Munculnya flek hitam pada usia muda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan dalam merawat kulit sehari-hari. Saat kulit mengalami paparan atau kondisi tertentu, tubuh dapat meningkatkan produksi melanin yang akhirnya menyebabkan munculnya area kulit yang lebih gelap. Di bawah ini 6 kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari menjadi pemicu utama munculnya flek hitam di usia muda:
1. Meremehkan Penggunaan Sunscreen
Ini adalah kesalahan nomor satu yang paling sering dilakukan anak muda. Banyak yang merasa tidak perlu memakai sunscreen (tabir surya) karena cuaca sedang mendung, hanya beraktivitas di dalam ruangan, atau merasa kulitnya masih muda dan kuat. Padahal, sinar ultraviolet (UV) dari matahari tetap bisa menembus kaca jendela dan awan. Ketika kulit telanjang tanpa perlindungan terkena sinar UV, sel melanosit akan memicu produksi melanin secara agresif untuk melindungi kulit dari kerusakan, yang akhirnya meninggalkan bekas berupa flek hitam.
2. Sering Memencet Jerawat yang Gatal

Anak muda dan jerawat memang sulit dipisahkan. Namun, kebiasaan gemas memencet atau mengorek jerawat adalah tiket kilat menuju flek hitam. Ketika jerawat dipencet, kulit mengalami trauma dan peradangan. Proses penyembuhan luka pasca-radang inilah yang sering kali meninggalkan bekas kehitaman atau keunguan yang disebut Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH). Bekas jerawat seperti ini bisa bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jika tidak dirawat.
3. Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi Kulit
Keinginan untuk mendapatkan kulit glowing secara instan sering kali membuat anak muda terjebak dalam kebiasaan over-exfoliation (eksfoliasi berlebihan). Menggunakan serum asam (AHA/BHA) atau scrub wajah setiap hari justru akan merusak skin barrier (lapisan pelindung kulit). Saat lapisan pelindung ini menipis dan rusak, kulit menjadi sangat sensitif dan rentan mengalami peradangan. Kulit yang meradang dan sensitif ini akan jauh lebih mudah mem memicu flek hitam begitu terkena paparan sinar matahari, bahkan dalam waktu singkat.
4. Menatap Layar Gawai hingga Larut Malam
Paparan sinar dari gawai seperti ponsel, laptop, dan televisi ternyata tidak hanya merusak mata, tetapi juga kulit. Layar digital memancarkan blue light (sinar biru) yang dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam dibandingkan sinar UV. Sinar biru ini memicu stres oksidatif pada kulit yang merangsang melanosit untuk memproduksi pigmen gelap. Ditambah lagi, kebiasaan begadang sambil main ponsel membuat kulit kehilangan waktu terbaiknya untuk beregenerasi di malam hari.
5. Asal Pilih dan Suka Gonta-ganti Skincare
Rasa penasaran yang tinggi dan pengaruh tren di media sosial sering membuat anak muda suka mencoba berbagai macam produk skincare tanpa tahu kandungannya. Kebiasaan gonta-ganti produk dalam waktu singkat ini bisa memicu iritasi dan dermatitis kontak. Selain itu, penggunaan kosmetik tiruan atau abal-abal yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri justru akan merusak kulit secara permanen dan memicu flek hitam yang sangat tebal dan sulit hilang.
6. Kurang Minum Air Putih dan Konsumsi Makanan Manis
Kesehatan kulit sangat mencerminkan apa yang kita masukkan ke dalam tubuh. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, camilan tinggi gula, dan kurang minum air putih dapat memicu proses glikasi di dalam tubuh. Glikasi ini merusak kolagen dan membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas. Kulit yang dehidrasi dan kekurangan nutrisi akan kehilangan kemampuan alaminya untuk memperbaiki diri, sehingga flek hitam lebih mudah terbentuk dan menetap.

Komentar (0)