1. Bersihkan Wajah dengan Lembut Sebelum Pengaplikasian
Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan permukaan kulit benar-benar bersih dari kotoran, keringat, dan sisa kosmetik. Tanpa pembersihan yang tepat, obat totol tidak akan bisa meresap ke dalam pori-pori dengan maksimal.
- Gunakan Pembersih Lembut: Hindari sabun cuci muka yang mengandung butiran scrub kasar saat sedang berjerawat parah karena bisa memicu iritasi tambahan.
- Keringkan dengan Tepukan: Jangan menggosok wajah dengan handuk; cukup tepuk-tepuk perlahan hingga kering untuk menghindari pecahnya mata jerawat secara paksa.
2. Gunakan Pelembap sebagai Pelindung
Salah satu kesalahan terbesar adalah mengoleskan obat totol langsung pada kulit yang telanjang tanpa pelembap. Teknik buffering sangat disarankan bagi pemilik kulit sensitif agar bahan aktif tidak langsung mengiritasi lapisan kulit terdalam.
- Urutan yang Benar: Oleskan pelembap (moisturizer) terlebih dahulu ke seluruh wajah, biarkan meresap, baru kemudian aplikasikan obat totol di atasnya.
- Fungsi Pelembap: Pelembap akan menjaga hidrasi kulit sehingga obat totol hanya bekerja pada jerawatnya saja tanpa membuat kulit di sekelilingnya menjadi kering kerontang atau pecah-pecah.
3. Aplikasikan Hanya pada Titik Jerawat

Sesuai namanya, obat totol hanya boleh digunakan secara spesifik pada titik yang bermasalah. Mengoleskan obat totol ke seluruh area wajah seperti menggunakan krim malam adalah resep jitu menuju iritasi hebat dan kemerahan merata.
- Gunakan Cotton Bud: Agar lebih higienis dan presisi, gunakan ujung cotton bud yang bersih untuk mengambil produk.
- Target Spesifik: Fokuskan hanya pada mata jerawat atau area yang terasa akan tumbuh jerawat (merah dan sakit saat ditekan). Hindari mengenai area kulit yang mulus di sekitarnya.
4. Perhatikan Dosis dan Frekuensi Pemakaian
Lebih banyak bukan berarti lebih baik dalam hal obat jerawat. Mengoleskan obat totol berkali-kali dalam sehari tidak akan membuat jerawat hilang dalam hitungan jam, justru berisiko merusak tekstur kulit.
- Cukup Sekali atau Dua Kali Sehari: Sebagian besar obat totol cukup digunakan pada malam hari sebelum tidur, atau maksimal dua kali sehari (pagi dan malam) jika jerawat sangat besar.
- Gunakan Tipis-Tipis: Lapisan tipis sudah cukup untuk mematikan bakteri. Menumpuk produk terlalu tebal hanya akan membuat kulit terasa "ketarik" dan gatal.
5. Hindari Mencampur dengan Bahan Aktif Eksfoliasi Lainnya
Saat menggunakan obat totol yang mengandung Benzoyl Peroxide atau Retinol, sangat penting untuk memperhatikan produk lain yang Anda gunakan dalam rangkaian skincare malam tersebut.
- Jangan Tumpuk dengan Serum Exfo: Hindari penggunaan toner atau serum AHA/BHA dosis tinggi bersamaan dengan obat totol yang sangat kuat di titik yang sama.
- Risiko Over-Exfoliation: Pencampuran bahan aktif yang berlebihan akan mengikis pertahanan kulit secara ekstrem, menyebabkan rasa perih yang hebat dan bekas jerawat yang menghitam (PIH).
6. Selalu Gunakan Sunscreen di Pagi Hari
Bahan aktif dalam obat totol sering kali membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitif). Tanpa perlindungan, area yang ditotol bisa berubah menjadi noda hitam yang menetap lama.
- Lindungi Bekas Jerawat: Oleskan tabir surya minimal SPF 30 setiap pagi, meskipun Anda hanya beraktivitas di dalam ruangan. Ini membantu mencegah bekas jerawat menjadi gelap akibat paparan UV.
Rekomendasi Obat Totol Jerawat
Jika Anda sedang bingung menghadapi jerawat meradang, Acne Spot Treatment dari Medikacare bisa menjadi salah satu solusi yang patut dicoba. Produk ini mengandung centella asiatica yang dikenal membantu melawan bakteri penyebab jerawat, sekaligus meredakan kemerahan dan membantu menyamarkan bekasnya. Formulanya juga aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui, serta telah terdaftar BPOM. Dengan penggunaan yang tepat, produk ini dapat membantu merawat kulit berjerawat tanpa membuatnya terasa semakin iritasi.

Komentar (0)