Untuk mengatasinya, tidak cukup hanya memakai obat jerawat. Kamu juga perlu menjaga kebersihan kulit, mengatur pola makan, serta menghindari kebiasaan buruk seperti sering menyentuh dagu atau gesekan masker yang bisa memicu iritasi.
1. Gunakan Pembersih Wajah dengan Kandungan Asam Salisilat
Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan pori-pori di area dagu tetap bersih dari sumbatan lemak. Pilihlah sabun cuci wajah yang mengandung Salicylic Acid (BHA). Asam salisilat memiliki kemampuan unik untuk masuk ke dalam pori-pori dan melarutkan minyak serta sel kulit mati yang menyumbat. Untuk hasil maksimal, pijatlah area dagu secara lembut selama 30 detik saat mencuci muka agar bahan aktif dapat bekerja lebih dalam. Namun, pastikan Anda tetap menggunakan pelembap setelahnya untuk mencegah kulit dagu menjadi terlalu kering yang justru bisa memicu produksi minyak lebih banyak.
2. Hindari Kebiasaan Menyentuh dan Memencet Jerawat
Dagu adalah area yang paling sering tersentuh oleh tangan secara tidak sadar, misalnya saat sedang melamun atau bekerja di depan komputer. Tangan kita membawa jutaan bakteri yang dapat memperburuk infeksi pada jerawat di dagu. Yang paling penting, jangan pernah memencet jerawat di dagu secara paksa. Karena jerawat di area ini sering kali merupakan jenis kistik (jerawat batu) yang letaknya dalam, memencetnya hanya akan mendorong infeksi masuk lebih dalam ke jaringan kulit, memicu bopeng (scar), atau menyebabkan hiperpigmentasi (noda hitam) yang sulit hilang.
3. Lakukan Eksfoliasi Kimia Secara Teratur

Selain pembersihan harian, eksfoliasi kimia (chemical peeling) sebanyak 2-3 kali seminggu sangat membantu mempercepat pergantian sel kulit di area dagu. Anda bisa menggunakan produk yang mengandung AHA (Glycolic Acid atau Lactic Acid) untuk mengangkat sel kulit mati di permukaan, serta BHA untuk membersihkan bagian dalam pori. Eksfoliasi yang teratur akan membantu tekstur kulit di dagu menjadi lebih halus dan mencegah komedo putih (whiteheads) berubah menjadi jerawat meradang.
4. Kelola Pola Makan dan Kadar Gula
Karena jerawat dagu sangat terkait dengan hormon, apa yang Anda makan sangat berpengaruh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi (seperti nasi putih, roti putih, dan minuman manis) dapat memicu lonjakan insulin yang merangsang produksi hormon pemicu jerawat. Selain itu, bagi beberapa orang, produk olahan susu (dairy) juga dapat memperparah jerawat di dagu. Cobalah untuk memperbanyak konsumsi sayuran hijau, makanan kaya omega-3, dan minum air putih yang cukup untuk membantu proses detoksifikasi alami tubuh dari dalam.
5. Pertimbangkan Pengobatan Topikal Berbahan Retinoid
Jika jerawat di dagu terus membandel, penggunaan retinoid atau retinol di malam hari bisa menjadi solusi efektif. Retinoid bekerja dengan cara mempercepat pembaruan sel kulit dan mencegah penyumbatan pori sejak awal. Untuk jerawat yang sedang meradang hebat, penggunaan obat totol yang mengandung Benzoyl Peroxide atau Sulfur juga sangat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat secara cepat. Pastikan untuk selalu menggunakan tabir surya di siang hari karena penggunaan obat jerawat cenderung membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Rekomendasi Obat Jerawat
Jika jerawatmu tak kunjung hilang, kamu bisa coba Acne Spot Treatment dari Medikacare Skincare sebagai solusi perawatan harian yang praktis. Dengan kandungan Centella Asiatica dan Ceramide, produk ini membantu melawan bakteri penyebab jerawat, meredakan kemerahan, sekaligus membantu menyamarkan noda bekas jerawat. Formulanya aman digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui, serta sudah terdaftar BPOM, sehingga cocok untuk perawatan kulit yang lebih tenang dan terjaga setiap hari.

Komentar (0)